Muhammadiyah Purbalingga Bergerak Cepat Tanggulangi Banjir Bandang
2026-01-26 08:13:19 | Berita, MDMC, Kokam
Bencana banjir bandang yang melanda wilayah Purbalingga pada Sabtu, 24 Januari 2026 dini hari menyisakan duka mendalam bagi masyarakat. Kecamatan Karangreja, khususnya Desa Kutabawa dan Serang, serta Desa Sangkanayu di Kecamatan Mrebet, menjadi area terdampak paling parah. Kerugian material berupa rumah-rumah rusak dan hilangnya berbagai benda, ditambah dengan satu korban jiwa, menyoroti urgensi bantuan kemanusiaan.
Kesiapsiagaan MDMC dan KOKAM dalam Penanggulangan Bencana
Menyikapi kondisi darurat ini, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Purbalingga tidak tinggal diam. Dengan sigap, mereka menerjunkan personel untuk memberikan bantuan tanggap darurat dan penanggulangan pasca-bencana. Wakil Komandan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Purbalingga, Bapak Suprapto, S.Kom, menjelaskan bahwa di hari kedua pasca-kejadian, Muhammadiyah Purbalingga mengirimkan total 37 relawan. Tim ini terdiri dari 10 personel MDMC dan 27 anggota Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM).
Distribusi Tugas dan Bantuan Logistik
Para relawan dibagi menjadi tiga titik fokus, yaitu masing-masing desa terdampak. Tugas utama mereka adalah mendistribusikan bantuan logistik yang sangat dibutuhkan oleh para korban banjir. Selain itu, mereka juga berperan aktif dalam membersihkan material sisa banjir, seperti kayu, batu, dan pasir, yang masuk ke dalam rumah-rumah penduduk dan menghalangi akses umum, termasuk jalan dan tempat ibadah. Kegiatan ini diharapkan dapat mempercepat proses pemulihan dan pengembalian fungsi fasilitas umum bagi masyarakat.
Pentingnya Sinergi dalam Penanggulangan Bencana
Bapak Suprapto juga menekankan pentingnya sinergi dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan. "Harapan kepada semua relawan dari berbagai stakeholder agar selalu sinergi dalam penanggulangan bencana ini," tandasnya. Pernyataan ini menunjukkan komitmen Muhammadiyah Purbalingga untuk bekerja sama dengan pihak lain demi penanganan bencana yang lebih efektif dan efisien. Penanggulangan bencana di Purbalingga membutuhkan uluran tangan dari semua pihak untuk meringankan beban para korban dan mempercepat proses rehabilitasi wilayah terdampak.
Kontributor Teguh |Editor Abdullah Aziz Sembada