Uji Nyali di Lab Jaringan: 139 Siswa TKJ SMK Muhammadiyah Bobotsari Rebut Sertifikasi Industri PT TATN

2026-04-30 07:31:32 | Berita, AUM

Card Image

SMK Muhammadiyah Bobotsari kembali membuktikan komitmennya dalam mencetak talenta-talenta siap kerja. Sebanyak 139 siswa jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) baru-baru ini digembleng dalam Uji Kompetensi Keahlian (UKK) yang berstandar industri, bekerja sama dengan PT. Trans Artha Technology Nusantara (TATN). Ini bukan sekadar ujian biasa, melainkan arena pembuktian diri untuk meraih sertifikasi kompetensi industri yang sangat berharga.

Bukan Sekadar Lulus, tapi Siap Kerja Profesional

Di era digital yang serba cepat ini, lulus dengan bekal teori saja tidak cukup. SMK Muhammadiyah Bobotsari memahami betul kebutuhan dunia industri akan tenaga ahli yang tidak hanya cerdas, tetapi juga terampil. 139 siswa TKJ ini ditantang untuk memenuhi standar operasional yang ketat, persis seperti yang berlaku di lingkungan kerja. Hasilnya? Para siswa yang dinyatakan kompeten akan pulang dengan sebuah "tiket emas" berupa sertifikat resmi yang menjadi pengakuan keahlian mereka dan membuka gerbang menuju karier profesional yang gemilang.

Sinergi Tiga Laboratorium Unggulan untuk Uji Kompetensi Jaringan

Untuk memastikan kelancaran dan efisiensi pelaksanaan UKK TKJ ini, SMK Muhammadiyah Bobotsari memanfaatkan tiga fasilitas laboratorium unggulan secara simultan:

  • Lab Fiber Optic: Menjadi pusat pengujian instalasi kabel kecepatan tinggi, sebuah skill krusial dalam infrastruktur jaringan modern.

  • Lab TKJ 1 & Lab TKJ 2: Digunakan sebagai medan uji konfigurasi perangkat lunak jaringan dan manajemen jaringan, area vital dalam rekayasa sistem komunikasi data.

Melalui sinergi ketiga laboratorium ini, setiap siswa mendapatkan kesempatan optimal untuk menunjukkan kemampuan mereka di berbagai aspek jaringan komputer.

Materi Uji Komprehensif: Bekal Teknisi Jaringan Profesional

Setiap peserta Uji Kompetensi Keahlian wajib melewati lima tahapan teknis yang menjadi fondasi keahlian seorang teknisi jaringan profesional. Materi uji ini dirancang komprehensif, mencakup:

  1. Pengkabelan: Menguji ketangkasan dan akurasi dalam penyambungan serta instalasi fisik kabel jaringan.

  2. Topologi Jaringan: Pengetahuan mendalam tentang arsitektur perancangan sistem komunikasi data.

  3. Konfigurasi Koneksi Internet: Kemampuan untuk menghubungkan sistem ke jaringan global secara stabil dan efisien.

  4. Konfigurasi Hotspot: Keahlian dalam manajemen akses pengguna berbasis nirkabel, penting untuk layanan publik maupun privat.

  5. Konfigurasi Blocking Sites: Penerapan sistem keamanan dan filter konten internet, menunjukkan pemahaman akan keamanan siber dasar.

Perwakilan penguji dari PT TATN menegaskan bahwa standar yang diterapkan dalam UKK ini benar-benar mencerminkan kebutuhan riil di industri telekomunikasi. "Sertifikat yang mereka terima adalah pengakuan bahwa kemampuan mereka sudah berada di level yang diinginkan pasar tenaga kerja, siap untuk bersaing dan berkontribusi," ujarnya.

Pendaftaran Siswa Baru: Raih Masa Depan dengan Sertifikasi Industri

Dengan keberhasilan dalam UKK ini, SMK Muhammadiyah Bobotsari semakin memperkuat posisinya sebagai pencetak teknisi muda yang kompeten, santun, dan mandiri. Didukung oleh kemitraan strategis bersama Telkom Indonesia dan PT. Trans Artha Technology Nusantara, sekolah ini terus berkomitmen melahirkan lulusan bersertifikat industri.

Bagi orang tua dan calon siswa yang bercita-cita untuk berkarier di dunia teknologi jaringan dan ingin mendapatkan pendidikan berbasis industri yang komprehensif, SMK Muhammadiyah Bobotsari masih membuka pendaftaran siswa baru. Jangan lewatkan kesempatan emas ini untuk bergabung!

Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui:

Kontributor Iswanto |Editor Abdullah Aziz Sembada

Bagikan Artikel ini