Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bedagas Gelar Kajian Spesial Sambut Muharam 1448 H
2026-06-15 09:14:51 | Berita, PRM
Bedagas, Purbalingga – Dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Bedagas menggelar kajian spesial bertema “Amalan-amalan di Bulan Muharam 1448 H” pada Selasa (9/6/2026) selepas shalat Maghrib. Kegiatan yang berlangsung di Masjid Jami Al Mujahidin Bedagas ini menghadirkan narasumber dari Majelis Tabligh PDM Purbalingga, Ustadz Rahmandani, S.Pd.
Kajian Muharam 1448 H tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Jamaah dari berbagai kalangan, mulai dari bapak-bapak hingga remaja, memenuhi ruang utama masjid untuk mengikuti kajian dengan penuh khidmat dan antusias.
Kajian Muharam 1448 H Berlangsung Khidmat
Sejak awal acara, suasana Masjid Jami Al Mujahidin tampak penuh dengan jamaah yang hadir untuk menambah ilmu dan memperdalam pemahaman tentang keutamaan bulan Muharam. Para peserta mengikuti kajian secara tertib sambil menyimak materi yang disampaikan oleh Ustadz Rahmandani.
Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat berbagai amalan yang dianjurkan selama bulan Muharam serta meluruskan sejumlah pemahaman yang masih berkembang di tengah masyarakat.
Muharam Bukan Bulan Sial dalam Islam
Salah satu poin penting yang disampaikan dalam kajian adalah tentang anggapan bahwa bulan Muharam merupakan bulan sial. Menurut Ustadz Rahmandani, keyakinan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam.
"Yang berkeyakinan bulan Muharam bulan sial adalah keyakinan kejawen," tegas beliau di hadapan jamaah.
Beliau menjelaskan bahwa Muharam justru merupakan salah satu bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, umat Islam hendaknya mengisi bulan ini dengan berbagai amal kebaikan dan menjauhi segala bentuk kemaksiatan.
Keutamaan Bulan Muharam Sebagai Bulan Haram
Dalam kajiannya, Ustadz Rahmandani menjelaskan bahwa Muharam termasuk salah satu dari empat bulan haram yang memiliki kedudukan istimewa dalam Islam.
Pada bulan haram, umat Islam diperintahkan untuk lebih menjaga diri dari perbuatan dosa dan tidak berbuat zalim kepada diri sendiri maupun orang lain.
“Di bulan yang mulia ini, mari kita jaga diri kita dengan sebaik-baiknya,” imbau beliau kepada seluruh jamaah yang hadir.
Penjelasan tersebut menjadi pengingat penting bahwa bulan Muharam adalah momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah dan memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.
Amalan Utama di Bulan Muharam 1448 H
1. Memperbanyak Taubat
Amalan pertama yang sangat dianjurkan pada bulan Muharam adalah bertaubat kepada Allah SWT. Menurut Ustadz Rahmandani, taubat yang benar harus dilakukan dengan tiga langkah utama:
- Menyesali dosa yang pernah dilakukan.
- Meninggalkan dan melepaskan diri dari perbuatan dosa tersebut.
- Bertekad kuat untuk tidak mengulangi dosa serta berazam melakukan kebaikan.
Beliau menegaskan bahwa Muharam merupakan waktu yang sangat tepat untuk memulai lembaran baru dalam kehidupan dengan memperbanyak istighfar dan memperbaiki diri.
2. Melaksanakan Puasa Asyura
Amalan berikutnya yang dianjurkan adalah memperbanyak puasa sunnah, khususnya Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharam dan puasa pada tanggal 9 Muharam.
“Perbanyak puasa, puasalah di hari ke-9 dan ke-10 (Puasa Asyura),” jelas Ustadz Rahmandani.
Puasa Asyura dikenal sebagai salah satu ibadah sunnah yang memiliki keutamaan besar dan menjadi amalan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW.
3. Memperbanyak Amal Shalih
Selain puasa dan taubat, jamaah juga diajak untuk memperbanyak berbagai amal shalih lainnya seperti:
- Membaca Al-Qur’an.
- Berdzikir dan berdoa.
- Bersedekah.
- Menjaga silaturahmi.
- Membantu sesama.
Pada bulan yang mulia ini, setiap kebaikan yang dilakukan akan menjadi sarana untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan.
Momentum Hijrah Menuju Pribadi yang Lebih Baik
Kajian bertajuk “Amalan-amalan di Bulan Muharam 1448 H” menjadi momentum berharga bagi jamaah Masjid Jami Al Mujahidin Bedagas untuk memahami makna tahun baru Islam secara lebih mendalam.
Melalui materi yang disampaikan Ustadz Rahmandani, jamaah diharapkan mampu memanfaatkan bulan Muharam sebagai titik awal hijrah menuju pribadi yang lebih baik, lebih taat beribadah, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Komitmen Muhammadiyah Bedagas dalam Syiar Islam
Pimpinan Ranting Muhammadiyah Bedagas menyampaikan apresiasi atas antusiasme jamaah yang hadir dalam kegiatan tersebut. Kajian ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk memperkuat syiar Islam dan meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat.
Melalui kegiatan seperti ini, Muhammadiyah Bedagas berharap dapat terus menghadirkan program-program pembinaan umat yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta mendorong peningkatan kualitas ibadah di tengah kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat menyambut Muharam 1448 H, seluruh jamaah diajak untuk mengisi tahun baru Islam dengan taubat, puasa, dan berbagai amalan kebaikan sebagai bekal menuju kehidupan yang lebih berkah dan diridhai Allah SWT.
Kontributor Agus Saptono |Editor Abdullah Aziz Sembada