SMK Muhammadiyah Bobotsari: Mencetak Jawara Fiber Optik Berstandar Industri Bareng PT Telkom
2026-05-01 17:22:28 | Berita, AUM
Di tengah gempuran akselerasi digital yang tak terbendung, SMK Muhammadiyah Bobotsari membuktikan diri sebagai garda terdepan dalam memastikan kualitas pendidikannya selalu relevan dan tak tertinggal. Melalui pelatihan intensif selama empat hari, Laboratorium Fiber Optik sekolah bertransformasi menjadi pusat pelatihan teknis tingkat tinggi, langsung dipandu oleh para praktisi ahli dari industri raksasa telekomunikasi Indonesia, PT Telkom. Ini bukan hanya upaya adaptasi, melainkan sebuah lompatan besar untuk mencetak talenta digital masa depan.
Bukan Sekadar Teori, Tapi Standar Industri Riil
Pelatihan ini jauh dari pertemuan rutin biasa. Dibuka secara langsung oleh Waka Kurikulum, Bapak Enan, M.Pd., inisiatif ini mengusung misi krusial: "Sinkronisasi Kurikulum". Tujuannya jelas, agar materi pengajaran di kelas selaras sepenuhnya dengan kebutuhan dan dinamika di lapangan kerja sesungguhnya. Ini adalah komitmen nyata SMK Muhammadiyah Bobotsari untuk membekali siswa dengan pengetahuan dan keterampilan yang aplikatif.
Para guru mendapatkan kesempatan emas untuk menyelami rahasia di balik buku panduan teknis "Rahasia Jadi Jawara Fiber Optik". Instruksi ahli, Bapak Arif Mutakkin dari PT Telkom, menekankan satu hal utama: Presisi.
Poin-poin penting dalam pelatihan yang berfokus pada presisi meliputi:
- Pengupasan Kabel ADSS: Teknik krusial yang memerlukan ketelitian tinggi untuk memastikan integritas serat optik.
- Penyambungan (Splicing) Serat Optik: Menggunakan perangkat splicer canggih untuk menyatukan serat optik dengan kehilangan sinyal minimal.
- Manajemen Perangkat di Rak Server: Keterampilan penting dalam instalasi dan pemeliharaan infrastruktur jaringan.
- Optimalisasi Optical Termination Box (OTB): Pemasangan dan konfigurasi perangkat OTB yang efisien untuk konektivitas optimal.
Keahlian-keahlian ini sangatlah dicari dan dihargai di dunia kerja telekomunikasi dan jaringan saat ini.
Langkah Nyata Lima Pendidik Digital yang Visioner

Perubahan ini tidak lepas dari peran aktif lima guru produktif TKJ yang menjadi ujung tombak inovasi. Mereka adalah:
- Sarwan, S.Kom.,M.Pd.
- Hera Saputro, S.Kom.
- Iswanto, S.Kom.
- Arief Lukman Hadiyani, M.Kom.
- Zaenal Kholidin, S.Kom.
Para guru ini tidak hanya menjadi audiens pasif. Mereka secara langsung bergelut dengan perangkat splicer, kabel serat optik, dan Optical Termination Box (OTB), mengaplikasikan setiap teori yang diajarkan dengan praktik langsung. Dedikasi mereka adalah cerminan semangat "guru yang hebat adalah guru yang tak berhenti belajar."
Mencetak Generasi "Jawara" Siap Kerja
Dengan dikuasainya teknologi Fiber Optik oleh para pengajar, SMK Muhammadiyah Bobotsari kini sepenuhnya siap untuk mencetak lulusan-lulusan yang tidak hanya memegang ijazah, tetapi juga memegang kompetensi standar PT Telkom. Ini berarti setiap siswa TKJ akan dibekali dengan keahlian yang diakui industri, menjadikan mereka "jawara" sejati di bidang fiber optik.
Kini, para siswa TKJ SMK Muhammadiyah Bobotsari tidak perlu lagi mencari ilmu industri jauh-jauh. Karena, berkat pelatihan ini, para pengajar merekalah yang telah membawa standar industri, khususnya dari PT Telkom, langsung ke dalam laboratorium sekolah. Sebuah langkah maju yang patut diapresiasi dalam mempersiapkan sumber daya manusia unggul di era digital.
Kontributor Iswanto |Editor Abdullah Aziz Sembada