Tiga Kader Muhammadiyah Purbalingga Ikuti Bimtek JULEHA Jawa Tengah: Garda Terdepan Kehalalan Pangan

2026-05-14 07:41:20 | Berita, PDM

Card Image

Pada Selasa, 12 Mei 2026, semangat menjaga kehalalan pangan berkobar di Gedung D Ex BPSDM-NAK Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi Jawa Tengah. Sebanyak 50 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari praktisi RPU-RPH, organisasi masyarakat, hingga takmir masjid, ramai-ramai mengikuti Bimbingan Teknis Juru Sembelih Halal (JULEHA). Sebuah kegiatan krusial yang bertujuan melahirkan para penjaga kehalalan pangan yang kompeten di Jawa Tengah.

Perwakilan Terbaik dari Muhammadiyah Purbalingga

Tak ketinggalan, Muhammadiyah Purbalingga menunjukkan komitmennya dengan mengirimkan tiga perwakilan terbaiknya. Mereka adalah Wisnu Aji dari Lazismu, Wahyu Budiman dari Kokam Purbalingga, dan Mahmud Yulianto yang mewakili Pondok Daarussalaam Muhammadiyah Purbalingga. Kehadiran mereka menegaskan peran aktif Muhammadiyah dalam memastikan konsumsi halal bagi masyarakat.

1778719261_0116d5997505e3cdc88a.jpeg

Pembekalan Intensif dari Pakar JULEHA

Bimtek ini diperkaya dengan kehadiran para pemateri handal dari kalangan praktisi dan akademisi, termasuk narasumber terkemuka dari LPPOM-MUI Jawa Tengah. Para peserta, termasuk kader Muhammadiyah Purbalingga, mendapatkan pembekalan mendalam mengenai:

  • Tata cara penyembelihan halal: Sesuai syariat Islam, memastikan proses yang benar dan sah.

  • Standar kebersihan: Menjaga higienitas selama proses penyembelihan hewan.

  • Aspek keamanan pangan: Memastikan produk pangan aman untuk dikonsumsi.

Tidak hanya teori, peserta juga dibekali perlengkapan penunjang praktik JULEHA seperti pisau khusus sembelih, celemek, dan handuk. Ini adalah investasi nyata untuk mendukung mereka saat terjun langsung di tengah masyarakat.

Menjadi Ujung Tombak Kehalalan Hewan Sembelihan

Sepulangnya dari kegiatan ini, para peserta dibebankan tanggung jawab moral yang besar: menyebarluaskan ilmu dan wawasan yang telah mereka peroleh. Peran Juru Sembelih Halal sangat vital, menjadi ujung tombak dalam menjaga proses kehalalan hewan sembelihan di tengah masyarakat, khususnya di lingkungan masing-masing. Mereka adalah garda terdepan yang memastikan setiap gigitan makanan halal dan thayyib.

Wisnu Aji, salah satu perwakilan dari Lazismu Muhammadiyah Purbalingga, menekankan pentingnya penerapan prinsip ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dalam proses penyembelihan dan pengolahan hasil ternak.

“Untuk proses ini kita harus terapkan ASUH, supaya hasilnya bisa dikonsumsi secara halal,” ujarnya.

Prinsip ASUH adalah pilar penting dalam menjaga kualitas pangan yang layak, aman, dan sesuai syariat. Melalui kegiatan ini, diharapkan akan semakin banyak kader dan masyarakat yang memahami urgensi proses penyembelihan halal yang benar, sehingga kepercayaan masyarakat terhadap produk hewan sembelihan semakin meningkat serta kualitas halal dan thayyib-nya selalu terjaga.

Kontributor Machmud Yulianto |Editor Abdullah Aziz Sembada

Bagikan Artikel ini