Wujudkan Kepedulian Melalui Qurban: Pengajian Ahad Kliwon PCM Bobotsari Menginspirasi

2026-05-04 10:52:09 | Berita, PCM

Card Image

Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Bobotsari kembali menggelar Pengajian Ahad Kliwon rutin pada Minggu, 3 Mei 2026. Acara yang bertempat di Masjid Besar Baitul Mu’min Bobotsari ini sukses menarik ratusan jamaah dengan tema yang sangat relevan menjelang Idul Adha: "Berkurban Memupuk Kepedulian Sesama". Pengajian ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga syiar Islam yang memperdalam makna ibadah qurban.

Rangkaian Acara Penuh Kekhidmatan

Pengajian Ahad Kliwon dibuka dengan pembacaan susunan acara, diikuti lantunan ayat suci Al-Qur’an yang merdu dari siswa SMP Muhammadiyah 2 Purbalingga (Mudabangga) Bobotsari. Kehadiran para siswa ini menambah suasana khidmat dan menenangkan hati para jamaah.

Sambutan hangat dari Ketua PCM Bobotsari, Bapak Mafudi, mengawali sesi inti. Beliau menekankan pentingnya menjaga silaturahmi dan memperkuat ukhuwah Islamiyah di Bobotsari melalui kegiatan pengajian rutin semacam ini.

Intisari Tausiyah: Bekal Menuju Khazanah Dunia dan Akhirat

Ustadz H. Ir. Muslih Effendi dari PCM Bobotsari tampil sebagai pembicara utama, menyampaikan pesan-pesan mendalam mengenai prinsip hidup seorang muslim. Beliau menjelaskan bahwa hidup di dunia harus berlandaskan pada tiga pilar utama: Benar, Baik, dan Bermanfaat.

Tak hanya itu, Ust. Muslih juga mengingatkan jamaah untuk menjauhi "3S" yang merusak, yaitu Salah dan Sesat Selamanya. Untuk menghindari kesesatan, umat Islam wajib berpegang teguh pada dua sumber hukum utama: Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Beliau juga menegaskan bahwa orientasi hidup tidak boleh berhenti di dunia semata. Setiap hamba wajib mempersiapkan Khazanah Akhirat untuk menghadapi fase sakaratul maut hingga saat ajal menjemput.

Makna Mendalam Qurban: Menyembelih Sifat Hewani dalam Diri

Menjelang perayaan Idul Adha, Ust. Muslih mengupas tuntas esensi ibadah Qurban. Beliau menjelaskan bahwa qurban bukanlah sekadar ritual menyembelih hewan ternak, melainkan ibadah yang mencakup dua dimensi penting:

  1. Ibadah Vertikal: Bentuk ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah SWT.

  2. Ibadah Horizontal: Wujud kepedulian sosial terhadap sesama manusia.

"Qurban itu pada hakikatnya adalah menyembelih sifat-sifat hewan yang ada dalam diri manusia," tegas Ust. Muslih. Sifat-sifat buruk seperti takabur (sombong), egois, norak, galak, dan iri hati harus dikikis habis melalui ibadah ini. Dengan berkurban, diharapkan ego pribadi luruh dan digantikan dengan semangat berbagi serta kerendahan hati.

Pengajian diakhiri dengan doa bersama, memohon kekuatan bagi seluruh jamaah agar senantiasa istiqamah di jalan yang benar dan mampu menjalankan ibadah qurban dengan penuh keikhlasan. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk mempererat tali persaudaraan dan meningkatkan takwa di kalangan masyarakat Bobotsari.

Kontributor Iswanto |Editor Abdullah Aziz Sembada

Bagikan Artikel ini